Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

Posted by Luqman Hakim On Sabtu, Desember 10, 2011
Bukan pesawat terbang yang menyebabkan menara kembar WTC runtuh , tapi bom yang dirangkai dengan cermat atas perintah “The Insider” ( orang dalam ) didalam kekuasaan pemerintah AS sendiri.

Awal Mei 2007, Profesor Steven Earl Jones menerima informasi yang sangat menggembirakan sekaligus membuatnya yakin bahwa tragedi 9/11 memang hasil konspirasi Gedung Putih. Guru Besar Departemen Fisika dan Astronomi pada Birgham Young University ini mendapat konfirmasi yang disampaikan sahabatnya Ed War, MD, bahwa dari penelusuran forensik terhadap “tulang belulang” WTC yag berhasil diselamatkan, tim investigasi independen mendapat bukti ditemukannya jejak radio-aktif mikro nuklir.




Profesor Jones yang memperoleh gelar Doktor di Bidang Fisika dan Matematika dari Universitas Vanderbilt pada 1978 setelah peristiwa 911 dikenal dunia sebagai aktivis perdamaian yang bersuara lantang menyatakan tragedi 911 merupakan buatan “orang dalam” (insider). Pakar fisika ini mengemukakan teori bahwa mustahil Menara WTC bisa runtuh secara simetris ke bawah hanya disebabkan tumbukan pesawat terbang.

Hal itu (runtuhnya Menara WTC) hanya bisa dilakukan jika ada ledakan-ledakan yang dikontrol di kolom-kolom baja penyangga menara utama. Saya yakin, Menara WTC memang sengaja diledakan dengan cara ledakan terkontrol,” tegas Jones.

Saya telah mewawancarai sejumlah orang yang berada didalam dan diluar gedung saat kejadian. Mereka mengakui mendengar suara ledakan bertubi-tubi yang berasal bukan dari ledakan pesawat dilantai atas. Bahkan sejumlah petugas pemadam kebakaran menyatakan melihat secara langsung adanya kilatan cahaya yang diduga berasa dari ledakan di sejumlah lantai yang berda jauh dari lantai yang ditabrak pesawat,” tulis Jones.

Uniknya, seorang reporter FOX News dalam rekaman siaran TV terlihat secara spontan memberitakan hal yang sama dari tempat kejadian.
 Ada sebuah ledakan di bagian bawah gedung…asap putih keluar dari lantai dasar…sesuatu telah terjadi lagi dari lantai bawah! Ada lagi ledakan!”.

Padahal siapapun bisa menyaksikan bahwa yang ditabrak pesawat itu lantai atas. Mengapa ledakan-ledakannya ada di lantai bawah? Kesaksian dari Edward Cahcia, seorang Fire Fighter New York City, juga menunjukkan bahwa bukan pesawat yang menyebabkan runtuhnya Menara WTC, tepi serangkaian bom yag telah dipasang secara sistematis sebelumnya. Kepada saya Cahcia menyatakan, “Kamis pikir seperti ada ledakan-ledakan karena bersambung bunyinya, buummm…buummm…buummm…dan kemudian menara ambruk …kejadian itu dilantai bawah, bukan dilantai atas yang ditabrak pesawat…” papar Profesor Jones.

Controlled Demolition

Profesor Jones menambahkan bahwa menurut Hukum Kedua Thermodynamics, sangat kecil kemungkinan gedung bertulangkan kolom-kolom baja yang sangat kuat bisa runtuh total secara simetris hanya karena kobaran dan panas api.
“Saya yakin Menara Kembar WTC telah diledakkan dari atas dan bawah secara bersamaan. Bahan-bahan peledak telah diletakkan ditempat-tempat yang strategis dan telah diperhitungkan dengan matang dan diledakkan melalui sinyal radio. Ledakan yang terjadi dilantai atas yang disebabkan oleh tumbukan pesawat hanya merupakan momentum bagi ledakan-ledakan yang memang telah direncanakan itu,”, tambahnya seraya menyebut bahwa jurnal Fire Engineering juga menyatakan amat mustahil hantaman pesawat dan ledakan minyak pesawat mampu meruntuhkan bangunan tersebut.

Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Birgham Young University pada 22 September 2005, Jones membawakan makalah ilmiah yang secara tegas membantah keterangan pemerintah Bush tentang tragedi 9/11. Seminar dihadiri oleh para pakar di bidang Fisika, Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Psikologi, Geologi dan Matematika.
Semua yang hadir, para profesor dibidangnya masing-masing menyatakan setuju dengan apa yang saya kemukakan dan menolak versi resmi pemerintah. Kami mendesak agar diselenggarakan investigasi independen dan NIST juga FBI harus memberikan sekitar 6.899 gambar dan 6.977 cuplikan rekaman video yang disimpannya kepada publik untuk diteliti secara bebas,”ujar Jones.

Penelitian pendahuluan yang kami lakukan membuktikan bahwa bahan-bahan peledak telah dibenamkan dibangunan itu sebelumnya dan diledakkan bersamaan dengan tumbukan pesawat terbang. Ini akan mengubah paradigma yang dijejalkan pemerintah Bush kepada dunia bahwa orang Muslim adalah teroris. Itu tidak benar. Orang Muslim tak perlu dimusuhi karena dituduh telah menyebabkan hancurnya WTC,” tegas Jones.

Lalu mengapa semua ini tidak pernah dibenarkan oleh pemerintah Amerika??



dipostingkan oleh Al-hAq's cOmmuNitY
Posted by Luqman Hakim On Sabtu, Desember 10, 2011





Jika selama ini kita sering mendengar prediksi Kiamat akan terjadi 21 Desember 2012 melalui tanggalan suku Maya, maka sebuah video di YouTube memperlihatkan bukti Kiamat 2012 menurut pesan rahasia melalui Candi Borobudur.


Salah satu video yang berjudul BUKTI.1 KIAMAT 2012 DMSDAY 2012 PROOF" memperlihatkan bahwa ada pesan terselubung atas pembangunan Candi Borobudur, yang memperdiksi Kiamat akan terjadi pada tanggal 20-12-2012.

"Di Candi Borobudur terdapat lingkaran stupa, yang terdiri dari lingkaran pertama 32 stupa, lingkaran kedua 24 stupa, dan lingkarang ketiga 16 dan 1 stupa besar," terang seorang pria di video yang diunggah dengan akun LDMasykur, yang okezone kutip Sabtu (3/12/2011).

"Nah bila dijumlah 32+24+16+1 adalah 73, 73 dalam operasi dasar adalah 7 ditambah 3 (7+3) berjumlah 10, yang bilan dibintangkan kembali 10 itu adalah (2+0+1+2+2+0+1+2), yang merujuk pada angka kiamat 2012, 20-12-2012," klaim di video tersebut.

Video ini sendiri berdurasi 14:26 menit dan diunggah pada 10 Desember 2010. Sampai saat ini sudah ditonton 247,925 kali. Sebanyak 599 akun tidak menyukai video ini (dislike), dan 53 aku menyukainya (like).

Klik DISINI untuk melihat video via Youtube...



dipostingkan oleh Al-hAq's cOmmuNitY

Rabu, 30 November 2011

Posted by Luqman Hakim On Rabu, November 30, 2011




Penyelidik federal Amerika Serikat sedang menyelidiki laporan hacker menyabotase sarana pompa air di Illinois dari jarak jauh. Jika terbukti, ini merupakan serangan cyber pertama atas sistem industri Amerika.
Sabotase yang terjadi pada 8 November 2011 ini dilansir dalam laporan satu halaman Pusat Terorisme dan Intelijen Negara Bagian Illinois, seperti disampaikan Joe Weiss, seorang pakar keamanan infrastruktur dari serangan cyber.
Hacker telah mendapatkan akses jaringan air di barat Springfield dengan identitas curian dari sebuah perusahaan yang membuat perangkat lunak untuk sistem kontrol industri. Weiss menyampaikan, kelompok ini mungkin telah menyerang target industri lain atau sedang merencanakan serangan selanjutnya.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dan Biro Investigasi Federal (FBI) sedang mendalami masalah ini, kata juru bicara Kementerian Keamanan Dalam Negeri, Peter Boogaard. "Saat ini, belum ada data penguat yang menunjukkan risiko atas infrastruktur penting atau ancaman atas keamanan publik," katanya. 
Sistem SCADA
Pakar keamanan cyber menyatakan, serangan ini menandakan risiko serangan atas sistem yang dikenal sebagai Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Sistem komputer kemampuan tinggi ini mengendalikan infrastruktur penting, mulai dari fasilitas air, pabrik kimia, reaktor nuklir sampai jalur kereta api.
Sistem SCADA ini menjadi berita internasional ketika tahun lalu sebuah virus misterius Stuxnet menyerang fasilitas pengayaan uranium Iran. Serangan ini kemunduran bagi program nuklir Iran. 
Lani Kass, yang baru pensiun September lalu sebagai penasihat senior untuk Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat, menyatakan AS harus memperhatikan serius soal ini. "Ini bukan sekadar insiden atau koinsiden," katanya.



dipostingkan oleh Al-hAq's cOmmuNitY