Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

Posted by Luqman Hakim On Senin, Februari 11, 2013

Ada banyak sekali mitos, kesalahpahaman, serta kebohongan lama tentang virus dan security yang terkadang sulit dimengerti oleh pengguna komputer. Berikut ini adalah 7 mitos dan kesalahpahaman tentang virus dan security yang seringkali terjadi:
7 Mitos Seputar Virus dan Security

Mitos 1: Firewall Melindungi Komputer dari Virus

Banyak yang mengira bahwa Firewall akan melindungi komputer mereka dari virus. Sayangnya hal ini tidaklah benar. Firewall tidak melindungi komputer dari virus, trojan, ataupun spyware. Firewall hanya melindungi komputer dari berbagai aktivitas dan pertukaran data yang mencurigakan melalui network.
Satu-satunya tipe malware yang bisa ditangkal oleh Firewall adalah worm yang memang tersebar melalui jaringan network. Jadi jangan harap Firewall bisa melindungi komputer dari serangan virus yang tersebar melalui flashdisk dsb.
Tetapi Firewall sangat bermanfaat untuk mengamankan jaringan network yang kita gunakan. Jadi pastikan kamu selalu mengaktifkan Firewall kamu, apalagi saat terhubung dengan koneksi internet umum seperti di cafe, hotspot area, dsb. PG sudah pernah membahas tentang 8 Firewall terbaik yang bisa kamu dapatkan secara gratis.

Mitos 2: Virus Bisa Merusak Hardware

Yup benar! Virus tidak akan bisa merusak hardware secara fisik. Tentu saja ada beberapa virus kejam seperti CIH yang mampu menginfeksi BIOS. Tetapi hardwarenya sendiri tidak akan rusak atau terpengaruh. Komputer yang BIOS-nya terserang virus memang akan kacau dan tidak bisa menyala sama sekali. Tetapi hal itu bisa diperbaiki dengan memprogram ulang BIOS-nya atau menggantinya dengan BIOS yang baru.
Rumor bahwa virus bisa membuat hardware hancur atau meledak tidaklah benar.

Mitos 3: Komputer yang Sering Error Pasti Terserang Virus

Komputer yang sering error, muncul berbagai notifikasi warning, dsb seringkali dianggap terkena virus. File bisa corrupt dengan sendirinya tanpa adanya campur tangan virus; entah itu karena bug software, bad sector di hardisk, kesalahan memory, bahkan adanya konflik dengan software antivirus.

Mitos 4: Install Ulang Windows bisa Membereskan Semuanya

Tidak terhitung banyaknya teman PG yang menginstall ulang Windows setelah komputernya terinfeksi virus. Biasanya mereka menginstall ulang drive C, dan datanya terletak di drive lainnya. Ada pula yang menginstall ulang total, kemudian mengcopy lagi datanya yang telah dibackup.
Walaupun dalam banyak kasus hal ini cukup efektif untuk menyembuhkan komputer yang terserang virus, tetapi sebenarnya install ulang tidak serta merta bisa membereskan semuanya.
Install ulang hanya akan mematikan virus yang telah aktif dan menginfeksi sistem operasi, tetapi “bibit” virus mungkin masih tersebar di data, dokumen, dan drive lainnya. Bibit virus yang masih tersisa ini berpotensi untuk aktif dan menginfeksi komputer lagi.
Untuk memastikan komputer kamu bersih setelah install ulang, pastikan kamu melakukan scanning semua data dan dokumen yang tersisa, lalu aktifkan fitur real-time protection yang biasanya sudah ada di setiap software antivirus.

Mitos 5: Antivirus Selalu Benar

Ketika antivirus menemukan berbagai virus, tanpa ba-bi-bu lagi biasanya kita langsung membersihkan virus yang ditemukan tersebut. Kita selalu beranggapan bahwa antivirus selalu benar. Apa yang ditemukan sebagai virus, ya memang virus dan harus dibersihkan.
Pemahaman ini tidaklah benar. Setiap antivirus memiliki keterbatasan sehingga bisa melakukan false positive (salah deteksi). Masih ingatkah kasus Antivirus McAfee yang setelah update membuat komputer restart terus menerus?
Hal ini dikarenakan update McAfee terbaru saat itu menghapus svchost.exe, salah satu Windows Process yang sangat penting. Dihapusnya process ini oleh antivirus McAfee menyebabkan kinerja Windows tidak normal dan menjadi restart terus menerus. Walaupun McAfee segera memperbaiki kesalahan ini beberapa waktu kemudian, namun ini cukup membuktikan bahwa antivirus tidak 100% benar. Kemungkinan terjadinya false positive akan selalu ada di setiap produk antivirus.
Jadi jika kamu ingin menginstall software tertentu, dan kemudian antivirus berusaha mematikannya. Janganlah langsung menganggap bahwa software itu virus. Lihat dahulu review dari berbagai pengguna lainnya, siapa tahu itu hanya kesalahan deteksi dari si Antivirus.

Mitos 6: Blue Screen of Death (BSOD) Disebabkan oleh Virus

BSOD adalah tampilan Windows yang tiba-tiba berubah menjadi biru, disertai berbagai tulisan yang menjelaskan error yang terjadi. Walaupun beberapa virus memang bisa menyebabkan BSOD, tetapi kebanyakan BSOD tidaklah disebabkan oleh virus.
BSOD sebagian besar disebabkan oleh driver yang buruk dan masalah hardware. Kamu bisa melihat penyebab BSOD dengan menggunakan software BlueScreenView

Mitos 7: Hanya Windows yang Bisa Terserang Virus

Sebagian besar virus memang diciptakan untuk menghasilkan uang bagi pembuatnya. Karena itu tidaklah mengherankan jika Windows sebagai platform paling populer, menjadi target utama dari para pembuat virus. Tetapi bukan berarti hanya Windows yang bisa terkena virus. Seiring dengan popularitas Mac OS dan Linux, akhirnya ada juga virus yang menyerang kedua sistem operasi tersebut.




Semoga Bermanfaat... ;) dipostingkan oleh Al-hAq's cOmmuNitY

Senin, 23 Januari 2012

Posted by Luqman Hakim On Senin, Januari 23, 2012

Pengaruh Media Sosial Terhadap Hubungan dan Interaksi SosialIngatkah anda bagaimana sulitnya untuk berhubungan dengan orang lain di luar kota, luar pulau, atau luar negeri 20 tahun lalu? Tarif telepon yang masih mahal atau surat yang membutuhkan waktu yang lama dalam pengiriman, membuat orang, relasi, dan keluarga yang terpisah jauh akan sangat sulit untuk dihubungi. Namun perkembangan teknologi yang pesat membuat berhubungan dengan orang lain meskipun terpisah ribuan kilometer dan zona waktu yang berbeda pun menjadi semudah membalikkan telapak tangan.
Ya, media sosial adalah salah satu perkembangan teknologi yang memiliki andil besar dalam memberikan kemudahan bagi manusia untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Diawali dengan era Friendster dan Myspace, era Facebook dan Twitter, serta yang terbaru Google Plus, media ini memicu banyak perubahan manusia dalam bersosialisasi. Ini sesuai dengan tujuan awal mengapa media sosial dibuat yaitu memungkinkan kita untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain di seluruh dunia untuk mencari teman baru, pasangan hidup, berbisnis, bahkan berpolitik. Berikut ini sedikit fakta menarik yang menunjukkan perkembangan media sosial yang signifikan (Data berdasarkan riset di tahun 2011):
  1. Pengguna Twitter sudah mencapai 175 juta member, meningkat 133% dari tahun 2010 yang berjumlah 75 juta member
  2. Tercatat ada sekitar 95 juta tweet per hari, meningkat 250% dari tahun 2010 yang berjumlah 27 juta tweet per hari
  3. Facebook memiliki 640 juta pengguna aktif. Setengahnya mengakses Facebook setiap hari
  4. Jika Facebook adalah suatu negara maka Facebook akan menjadi negara dengan penduduk terbanyak no. 3
  5. LinkedIn tercatat sudah memiliki 100 juta pengguna aktif di seluruh dunia
Tren Media Sosial

Tren Media Sosial Berdasarkan Google Trend

Data-data di atas membuktikan perkembangan media sosial yang tidak bisa dianggap remeh. Lalu apa saja pengaruh media sosial terhadap hubungan dan interaksi sosial:
1. Memudahkan anda untuk berinteraksi dengan banyak orang.
Jika dahulu anda mengenal artis pujaan anda lewat koran, majalah, ataupun acara TV maka sekarang anda dapat mengenal mereka lewat media sosial. Ya, ribuan artis memiliki akun Twitter maupun Facebook yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan para penggemarnya. Anda pun dapat mengetahui kehidupan dan kegiatan sehari-hari mereka dari akun resmi mereka. Tidak sebatas itu saja, apakah anda adalah orang yang pemalu ketika harus berkenalan langsung dengan seorang wanita? Jika iya, maka media sosial merupakan kabar baik bagi anda. Anda tidak lagi harus menghadapi ketegangan, kegugupan, dan gemetar ketika anda mendekati seorang wanita. Lewat media sosial, anda dapat mengatur langkah dan strategi anda tanpa takut terlihat seperti seekor cacing kepanasan lagi. Komunikasi lebih mudah mengalir dibandingkan saat anda berbicara langsung.
2. Memperluas pergaulan
Media sosial membuat anda bisa memiliki banyak koneksi dan jaringan yang luas. Tentu saja itu berdampak positif jika anda ingin mendapatkan teman dan pasangan hidup dari tempat yang jauh atau negara asing.
3. Jarak dan waktu bukan lagi masalah
Di era media sosial seperti sekarang ini, hubungan jarak jauh atau long distance bukan lagi halangan besar (meskipun tetap sulit). Anda tidak lagi harus mengirim surat tiap minggu kepada pasangan anda yang sedang bekerja di luar kota atau luar negeri karena media sosial sudah menghilangkan batasan jarak dan waktu bagi anda yang harus membina hubungan jarak jauh.
4. Lebih mudah dalam mengekspresikan diri
Media sosial memberikan sarana baru bagi manusia dalam mengekspresikan diri. Orang biasa, orang yang pemalu, atau orang yang selalu gugup mengungkapkan pendapat di depan umum akhirnya mampu menyuarakan diri mereka secara bebas.
Media Sosial

Namun, ternyata media sosial tidak selalu memberikan pengaruh yang baik dalam hubungan sosial. Ada beberapa pengaruh negatif seperti:
1. Menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dengan anda di kehidupan sehari-hari
Orang yang terjebak dalam media sosial memiliki kelemahan besar yaitu beresiko mengabaikan orang-orang di kehidupan sehari-harinya. Jangan heran apabila anda lebih sering menghabiskan waktu berinteraksi di dunia maya apabila anda sudah terjebak, apalagi sekarang teknologi smartphone semakin memudahkan anda untuk mengakses internet. Anda akan mulai berpikir pergaulan lewat media sosial sudah cukup. Singkatnya, yang jauh semakin dekat, yang dekat semakin jauh.
2. Rentan terhadap pengaruh buruk orang lain
Seperti di kehidupan sehari-hari, jika anda tidak menyeleksi orang-orang yang berada dalam lingkaran sosial anda maka anda akan lebih rentan terhadap pengaruh buruk. Bahkan menurut John Cacioppo, seorang peneliti dari Universitas Chicago, media sosial bisa mempengaruhi mood anda, tergantung dengan siapa anda menghabiskan waktu dan terhadap siapa anda memberikan perhatian di media sosial.
3. Masalah privasi
Memiliki banyak teman di media sosial tidak selalu menguntungkan, terutama apabila anda sering mengungkapkan sesuatu yang seharusnya tidak diketahui orang lain. Media sosial bisa dengan mudah memperburuk citra diri anda jika anda tidak memanfaatkannya dengan benar karena apa yang anda tulis, tautkan, dan unggah bisa dengan mudah dilihat oleh orang lain. Hubungan anda dengan orang lain pun bisa terganggu jika anda menulis sesuatu yang tidak pantas. Selain itu, apakah anda pernah menyadari bahwa orang lain bisa mengenal anda tanpa harus sering berkomunikasi dengan anda? Jika anda tidak membatasi privasi di media sosial, maka media sosial hanya akan menjadi bumerang dalam hidup anda.

Kesimpulannya adalah yang pertama anda harus bisa menyeimbangkan antara hubungan di dunia nyata dengan hubungan di media sosial. Anda harus bisa menjadikan media sosial sebagai suatu tambahan berharga bagi pergaulan di dunia nyata, bukan malah menggantikannya. Sedangkan yang kedua adalah anda harus memahami mana yang boleh diungkapkan di media sosial dan mana yang tidak. Ingat! Media sosial akan sangat merugikan bagi anda apabila anda tidak bisa melindungi privasi anda sendiri.



dipostingkan oleh Al-hAq's cOmmuNitY
Posted by Luqman Hakim On Senin, Januari 23, 2012


5 Bahaya Kencan di InternetPerkembangan internet yang sangat pesat sangat memudahkan banyak orang dalam beraktivitas. Memesan novel terbaru, membaca berita-berita teraktual, mencari lowongan pekerjaan, bahkan mencari teman berkencan. Lalu apakah internet itu aman?
Tidak juga. Sama seperti dunia nyata, internet sangat rawan oleh berbagai macam kriminalitas. Yang terbanyak adalah kasus penipuan dan pembobolan situs. Bagaimana dengan kencan online? Kencan secara online memang menciptakan cara baru untuk berkenalan dengan orang tanpa harus bertatap muka langsung, entah lewat website kencan online, instant messenger (Yahoo Messenger, Windows Live Messenger), online games atau social networking website (Twitter, Facebook). Namun, di balik itu, ada bahaya laten yang mengancam para penggunanya. Berikut ini adalah 5 bahaya kencan di internet:1. Kamu tidak tahu siapa sebenarnya lawan bicaramu
Don't Know WhoBahaya pertama tentu saja berkaitan tentang identitas lawan bicaramu. Lawan bicaramu bisa saja memasang berbagai informasi fiktif seperti jenis kelamin, umur, foto, atau pekerjaannya. Kamu tidak akan pernah tahu siapa ia sebenarnya sebelum kamu pernah bertatap muka dengannya. Akan sangat menyakitkan sekali bukan, jika ternyata kamu sudah membuang-buang waktumu untuk berbagi perasaan dengan orang yang fiktif. Mengidentifikasi lawan bicara yang fiktif sebenarnya mudah saja, kamu tinggal mengajak ia bertemu empat mata langsung. Orang yang fiktif biasanya akan sulit ditemui dengan berbagai macam alasan. Tentu saja, jika ia mau bertemu secara langsung, bukan berarti kamu lepas dari bahaya kencan di internet. Baca poin berikutnya.
2. Resiko penipuan yang tinggi
TrickerySeorang pria bernama Dale Bell di West Allis, Amerika Serikat, harus rela kehilangan ribuan dolar akibat penipuan di Internet. Dale Bell pada awalnya berkenalan dengan saling bertukar email kepada seorang wanita yang mengaku bernama Oladele, seorang penduduk New York yang sedang tinggal di Nigeria. Oladele lalu mengirim foto dan email-email romantis kepada Dale. Tertarik kepada Oladele, wanita yang sama sekali belum pernah ia temui, Dale tanpa ragu-ragu mengirimkan uang dengan total lebih dari 3000 dolar ketika Oladele berjanji akan datang ke Milwaukee untuk bertemu dengannya. Tentu saja orang tersebut tidak pernah datang. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata Oladele memakai foto seorang model Hawaii bernama Nicole untuk memikat hati Dale. Jika ada ungkapan yang berkata, sebuah gambar setara dengan seribu kata, maka bagi Dale dan korban penipuan lainnya, sebuah gambar setara dengan ribuan dolar.
Kisah di atas dan banyak kisah lain yang bisa kamu baca di koran adalah contoh nyata bahwa dunia online adalah dunia yang ‘jahat’ apabila kamu tidak bisa memanfaatkannya dengan benar.
3. Masalah privasi
PrivacyMasalah berikutnya adalah persoalan privasi. Alamat e-mail, alamat rumah, latar belakang, dan data dirimu akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab apabila kamu terlalu mudah mencantumkannya di suatu website asing. E-mail spamming dan penipuan adalah hal-hal yang harus diwaspadai ketika kamu memberikan data dirimu pada suatu website.


4. Kekerasan fisik
Physical ViolenceSeperti yang saya katakan di poin pertama, jika kamu sudah bertemu secara langsung, bukan berarti kamu lepas dari bahaya kencan online. Kamu bisa saja bertemu dengan orang yang bermaksud jahat, entah karena ingin merampok, membunuh, memperkosa, atau bahkan bertemu dengan psikopat. Waspadalah terutama jika kamu adalah seorang wanita, jangan pernah bertemu sendirian dengan orang yang hanya kamu kenal lewat internet.

5. Pemalsuan status relationship
Fake RelationshipPada bulan September 2010, pria asal Inggris, John Lorne McDonald harus kehilangan nyawanya setelah dibunuh oleh Anselmo Locastales, seorang pria Filipina. Anselmo adalah kekasih asli Nanqueen Romero, seorang wanita yang ia kenal lewat sebuah chat room. Ternyata Anselmo cemburu terhadap John dan menusuknya sampai tewas. Pemalsuan status seperti ini kerap terjadi di dunia maya dan membuat dirimu memiliki banyak masalah ketika kamu sudah terjerat, katakanlah, dengan orang yang sudah menikah atau memiliki kekasih.

Internet itu memudahkan hidup, kita semua setuju itu. Namun, kemudahan itu juga memberikan celah bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai macam kriminalitas. Selalu waspadalah terhadap apa yang kamu lihat dan baca di internet karena bagaimanapun juga, dunia online adalah dunia buatan manusia.
Itu adalah 5 bahaya kencan di internet. Beware!
"Satu masalah yang ada di internet adalah seringkali, internet tidaklah akurat" - Vince McMahon


dipostingkan oleh Al-hAq's cOmmuNitY